Tuesday, May 31, 2011

Ternak Ikan Garra Rufa

Ikan Garra Rufa bisa hidup di daerah mana saja, asalkan tempatnya cocok, yakni di air tawar pada suhu 29-30 derajad Celcius (bisa bertahan hingga 40 derajad C), stabilisasi sirkulasi dan pH air 6-8. Semakin tinggi suhu air, maka ikan akan cepat lapar. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan air, maka ikan akan terawat dengan sendirinya hingga berumur panjang.

Biasanya kolam yang digunakan untuk pembudidayaan berupa kolam ukuran 1,2 m x 1,6m x kedalaman 55 cm. Satu kolam berisi bibit ikan umur 3-4 bulan dengan jumlah 15-20 ekor ikan. Air tawar kolam yang digunakan untuk mengisi kolam menggunakan air mentah yang sebelumnya di filtrasi di tabung filter. Setelah itu siap digunakan untuk membesarkan bibit ikan.

Pemeliharaan.Perawatan sehari-harinya berupa pemberian pakan dan pembersihan air kolam dengan filter. Pakan yang dipakai harus pallet khusus ikan Garra Rufa dengan kadar protein di atas 40% agar ikan tidak cepat lapar. Jadi hanya diberi pakan sebanyak 2 x dalam 1hari (pagi dan sore). Dalam sebulan untuk 5000 ekor ikan dibutuhkan pallet sebanyak 3kg. Selain cacing beku 3kg karena biasanya diselingi pemakaiannya dengan pellet.Pembersihan kolam dilakukan dengan cara menggunakan filter. Kolam bisa kotor dari bekas pangan dan kotoran ikan sendiri, maka filter yang digunakan harus bagus. Ikan Garra Rufa siap dijual setealh berumur 40 hari atau ukuran sekitar 3-5 cm, sedangkan ikan yang siap dikembangbiakkan berumur 1 tahun ke atas dengan ciri-ciri ikan betina perutnya membesar dan ikan jantan mengeluarkan sperma saat perutnya dipencet.

Perkembangbiakkan. Dilakukan dengan cara suntik ovaprim agar proses perkawinanya lebih cepat sekitar beberapa jam dibandingkan yang alami harus sekitar 1-2 hari. Satu kolam unukt perkembangbiakkan berisi 1 betina, 1 jantan degan jumlah 10 ekor atau 5 pasang indukan.Setelah perkawinan ikan betina akan bertelur. Proses penetasan telur 1 hari dan satu indukan betina bertelur 400 buah, yang menjadi benih 300 atau resiko kematian benih sekitar 10%.Benih ikan lalu dipasarkan menjadi bibit yang siap dipelihara. Biasanya benih lebih suka makan cacing beku yang bisa dibeli di toko ikan hias.Sedangkan indukna jantan dan betina dikawinkan lagi setelah 1 bulan.

Garra Rufa Vs Chin Chin

Mendompleng kepopularan ikan Garra Rufa original dari Turki, ikan Chin-Chin atau yang dikenal dengan Kiss Kiss Fish dari China, dalam strategi pemasarannya, ikut-ikutan dinamai dengan Garra Rufa atau Doctor Fish. Meski secara ilmiah kedua ikan ini memiliki silsilah yang berbeda, demikian juga dengan bentuk dan kelebihannya, namun karena harga yang lebih murah, Chin Chin pun juga kerap digunakan dalam fish spa, termasuk di Indonesia sendiri.

Padahal seperti halnya produk palsu pada umumnya, ikan Chin-Chin tidak memiliki kelebihan seperti yang dimiliki oleh ikan Garra Rufa original. Bahkan bukannya menyehatkan dan mempercantik, karena ikan ini memiliki gigi, Chin Chin disinyalir dapat menjadi pembawa (Carrier) penyakit dari satu orang ke orang lain ketika digunakan dalam fish spa komersil. Ikan Chin Chin yang ukurannya terlalu besar, lebih dari 6 cm malah gigitannya bisa membuat Anda terluka. Tak heran di beberapa negara, ikan jenis ini sudah dilarang untuk digunakan dalam fish spa komersial.

Jadi pastikan ikan yang Anda gunakan untuk fish spa adalah ikan Garra Rufa yang asli seperti yang kami tawarkan.

Chin Chin

Nama Ilmiah

Garra Rufa

Chengdu, China

Asal

Kangal, Turki
Kiss Kiss Fish (Doctor Fish/Garra Rufa
Palsu)

Nick name

Doctor Fish
Besar, lebar dan pipih mirip ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)

Bentuk Fisik

Kecil, bulat memanjang, mirip ikan Uceng (Nemacheilus fasciatus)
Memiliki gigi. Ketika ikan berukuran 6
cm ke atas akan berbahaya karena bisa membuat Anda terluka. Parahnya lagi, karena gigi tersebut, ikan ini dapat menjadi “carier” penyakit dari satu
orang ke orang lain

Gigi

Tidak memiliki gigi. Hisapan ikan ini
hanya akan menyedot sel kulit mati dari badan Anda.
Tidak mengeluarkan enzim

Enzim

Mengeluarkan enzim Dithranol (Anthralin) yang akan menghambat pertumbuhan kulit yang terlalu cepat.
Membantu pengelupasan kulit mati (dan sehat) karena ikan ini memakan apa saja yang ditemuinya.

Manfaat

Membantu proses pengelupasan kulit mati yang alami, meningkatkan penyerapan kelembaban kulit, memperlancar sirkulasi darah, mengurangi dan mengaburkan bekas luka, membantu peremajaan kulit, membuat kulit lebih halus dan bersih dan lainnya.

Budidaya Ikan Garra Rufa Ikan Mini Untung Maxi

Ikan Garra rufa merupakan ikan yang berasal dari turki, ikan ini merupakan ikan air tawar yang sangat spesial, ya.. karena ikan ini mempunyai kemampuan untuk spa atau kecantikan kulit, juga untuk mengobati penyakit kulit ringan. Bagaimana ikan ini bisa mempunyai kemampuan seperti itu? ikan ini mempunyai kemampuan itu karena ikan ini akan menyedot sel-sel kulit mati dan masalah kulit lainya, pastinya ikan ini aman dan tidak memberikan efek menyakitkan karena ikan ini tidak memiliki gigi.
Jadi kita bisa memiliki keuntungan ganda jika memiliki ikan ini karena selain dijual juga bisa digunakan untuk keperluan sendiri, yuk kita bahas seluk beluk budidaya ikan ini
Ikan Garra Rufa bisa hidup di daerah mana saja, yakni di air tawar pada suhu 29-30 derajad Celcius (bisa bertahan hingga 40 derajad C), stabilisasi sirkulasi dan pH air 6-8. Semakin tinggi suhu air, maka ikan akan cepat lapar. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan air, maka ikan akan terawat dengan sendirinya hingga berumur panjang.
Biasanya kolam yang digunakan untuk pembudidayaan berupa kolam ukuran 1,2 m x 1,6m x kedalaman 55 cm. Satu kolam berisi bibit ikan umur 3-4 bulan dengan jumlah 15-20 ekor ikan. Air tawar kolam yang digunakan untuk mengisi kolam menggunakan air mentah yang sebelumnya di filtrasi di tabung filter. Setelah itu siap digunakan untuk membesarkan bibit ikan
Mungkin info diblog ini belum lengkap, sehingga anda bisa mencari referensi pada website lain.. semoga sukses.

About Me

My Photo
Saya adalah lulusan dari D3 Sistem Informasi, Politeknik Manufaktur Astra tahun 2004. S1 mengambil gelar S.Kom Di Universitas Persada Indonesia tahun 2009.